Selasa, 08 Juni 2010

Kapan membawa anak ke dokter gigi?

”Dokter, kapan sebaiknya saya membawa anak saya ke dokter gigi?”

Itu adalah sebuah pertanyaan yang sering saya jumpai. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan informasi, tingkat kepedulian orang tua kepada kesehatan gigi anak pun semakin meningkat. Meski tak jarang masih saya temui, ada orang tua yang terheran-heran saat saya katakan padanya, bahwa gigi anaknya yang berlubang harus segera ditambal.

”Lho kan masih gigi susu, Dokter? Masak ditambal juga? Kan nanti bisa lepas sendiri? Masih bisa ganti kan?”

Saya tersenyum. ”Betul Bu, memang masih gigi susu. Tapi gigi susu yang dibiarkan berlubang, akan membuat anak susah makan dan sakit gigi, sehingga dapat menganggu perkembangan buah hati.”

Memang, gigi susu yang karies (berlubang) dan tidak segera dirawat, maka karies akan terus berjalan hingga mencapai dentin dan ruang syaraf. Akibatnya anak akan sering merasa sakit gigi, susah makan dan rewel. Sementara jika anak yang sudah sakit gigi baru dibawa ke dokter gigi, maka akan lebih sulit penanganannya.

The Academy of General Dentistry (AGD) and The American Dental Association (ADA) menyarankan orang tua membawa anaknya ke dokter gigi 6 bulan setelah anak tumbuh gigi sulungnya. Biasanya pada usia 1 tahun dan 18 bulan. Pada kunjungan awal tersebut, biasanya dokter gigi akan lebih banyak berbincang-bincang dengan orang tua, membekali orang tua dengan pembekalan nutrisi, tumbuh kembang anak,, khususnya gigi dan DHE (dental heath education).

Saya sering menyarankan untuk membawa anak-anak melihat orang tua atau kakaknya dirawat gigi, sehingga anak akan terbiasa dengan ruang perawatan dokter gigi termasuk akan terbiasa melihata suasana dan alatalat yang ada di ruang perawatan.

Beberapa pasien yang membawa anaknya berobat sejak usia dini, terbukti lebih kooperatif saat menjalani pemeriksaan dan perawatan gigi.

Untuk gigi anak, saya selalu menekankan bahwa mencegah lebih baik dari pada mengobati. Prevention is better than cure.

Perawatan pencegahan yang biasanya dilakukan untuk gigi anak yang baru tumbuh adalah topical fluor, pit and fissure sealant dan tentu saja dental health education (DHE).

Orang tua biasanya membawa anaknya berobat ke dokter gigi kalau sudah ada keluhan dari buah hatinya, misalnya gigi sakit, bengkak dan sebagainya. Semakin awal membawa anak ke dokter gigi semakin baik, semakin ekonomis juga biaya yang harus dikeluarkan. Karena bila penyakit gigi sudah menjalar dan kerusakan sudah parah, maka biaya yang dikeluarkan juga lebih banyak karena perawatan yang diperlukan pun lebih kompleks.

Jadi, ayo sayangi gigi kita… I love you, my dear teeth... ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar